Kamis, 11 Agustus 2011

HARAPAN CEMAS RELU

Aku tak membunuh'mu dari sanubari..
bukan tak peka lagi akan rasa itu..
apa bila kau pertanyakan, saat didepan mata'ku,
akan aku ucap sama dari hari itu, diteras rumah'mu dulu..


kenapa teramat sulit mulut terucap?
kenapa harus ada korban dalam kisah ini..
telah kering tangisan ini, saat hujan air mata yg menjadi pilihan..
karna tak mampu.. sedikitpun tak mampu..

mengingini kembali saat hari itu, waktu itu semua tercipta..
terlahir komitmen pada diri ini..
tapi ini menjadi teramat sulit,
lalu lalang yg melintang, kepingan cerita yg di ceritakan..
aku rindukan,


kenapa harus ada perpisahan bila ini teramat indah..?
dengar teriakan ini..!! ( aku rapuh tanpa'mu!!! )
tak sanggup keadaan menghimpit teramat sempit dalam dan terjatuh di jurang yg curam..


berharap akan mengulang moment itu,
dan hanya itu, berdiri disamping'mu..
menjadi beruntung karna miliki'mu,


mengertilah, hati ini sudah rapuh, teramat rapuh..
rintihan pilu ku pendam,
karna kehilangan..
tak ingin menyesali lebih perih,
slamatkan aku dan harapan cinta'ku..


peluk diriku, dekap tubuh ini..
ucapkanlah pada'ku ini semua akan berakir..




( harapan harap tintihkan..-12.8.11 )
-Alfonsos Toribio Dewa R. Tyanadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar