bingkai yg terpajang di atas kehindahan
perlahan berdebu dan kumuh, berterbangan..
menakuti segala kemungkinan karena adalah mimpi buruk yang menjadi kau pertanyakan kembali,
akan kepercayaan..
dalam terkurung sebuah keterbatasan,
apa bila perbedaan ini semua nyata,
janganlah harapkan senyuman dan tawa yang lalu..
itu pun akan selalu terulang apa bila aku berdiri tepat berada disampingmu..
sangat mahal senyum kita kini apa bila tidak ada kepercayaan dan diragukan,
jenuh ini ku hantam dengan penuh tulus, walau tindakan bodoh merajai tubuh ini..
rindu ku pun membuwatku terpuruk dari detik demi detik,
mempertahankan, bimbang terlintas berulangkali..
kecewa mu saat tersadar, akan tetapi...?
merelakan kondisi yang memang teramat indah dan tidak ingin menjadi riwayat yang
teramat singkat..
pengertian mu tak bertopang pada keputusan,
saat sendiri dan memeluk rindu yang teramat sangat...
jika bisa, ku ketik apa yang kini aku rasakan dan aku fikirkan..
tersenyumlah saatkau mengingatku,
karena hanya memang senyum yg bisa tenangkan mu disaat kita rapuh..
dan aku saat itu sangat merindukan mu..
menangislah saat kau merindukan ku,
air mata mu akan membasuh setiap kenangan yg terlihat...
karena saat itu aku tak berada disamping mu..
tetapi pejamkanlah mata indahmu itu, karena saat itu aku akan terasa ada di dekatmu
karena aku telah berada di hatimu untuk selamanya,
hanya kenangan yg mengingatkan ku.
betapa pun hati telah terpikat sosok terang dalam kegelapan
namun tak menghangatkan,
aku tak pernah bisa menemukan cinta yg lain, karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu
dalam jiwa ku, kau takkan pernah terganti, bagai pecahkan logam, mengekalkan
kesunyian kesendirian dan kesedihanku..
aku hanya bisa menangis rindu dan syahdu,
karena bahagiaku adalah bersama mu
November, 15-2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar