Ku panjatkan dan tertulis, sebuah suara hati yg terlahir tulus tanpa ada cela seperti kasih'mu yg tlah kau curahkan slama ini..
Nyawa'mu kau pertaruhkan untuk sebuah darah daging yg berdosa ini, aliran darah ini pun darah'mu..
kepingan daging ini kau turunkan demi sebuah nafas'ku..
Keeringat'mu tlah menjadi emas bagi'ku, tak ingin derita yg kau huni..
ingini kau mengetahui bahwa kini yg kau ajarkan dan kau tanamkan pada'ku tak sia-sia, saat'nya kau menuai walau ini bukan pinta'mu..
Rumah kita,
senyum kalian,
canda tawa serta,
ku rasa tak ingin sirna pada hentakan apa yg aku pijak..
Kata maaf dan terima kasih'ku untuk'mu dari semua ini,
walau ini jalan yg ku pilih, yg mungkin beda dan tak seucap oleh doa'mu, tapi percayalah..
kau kan menuai apa yg tlah kau curahkan, harapan kecil kan menjadi besar bila itu untuk'mu slalu
kedua ORANG TUA'KU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar