Senin, 09 Januari 2012

Jangan Terpuruk

Mungkin ini ku ketik, maaf..
aku terlampau terpuruk dan tersiksa di keadaan ini walau aku mengucap iklas
tak mengucap apa adanya yg aku rasakan, dan saya tak mampu..

Harapan dari pertanyaan akan jawab kasihmu yg terakir,
" AKU SALAH, KALAH DAN KAU MENANG DENGAN APA YG KAU MINTA UNTUK MENGAKIRI CERITA KASIH KITA "


Semoga kelak kau kan tersenyum dan mengangkat kepala'mu tak terpuruk dan memalukan seperti diri'ku ini.. :')

9 january, 2012

Menutup Lembaran Cerita Kasih KITA

Menepi dan lama kelamaan kini berhenti di titik tengah hari ini,
dan detik menitnya perlahan..
langit gelap seakan tertawa terbahak bahak kepada ku karena aku seperti'nya..
menertawakan keadaan yg tak mempunyai pilihan harus mengorbankan..

Memang kemungkinan ini pastitidak letih mengusik, usaha ini telah di fonis
oleh pesimis diri dengan tanda tanya besar..

terulang ku harus melutut melihat kenyataan, jatuh tersungkur dengan sebuah kata perpisahan,

apa yg kini akan aku tulis tentang mu?
apa yg akan aku ceritakan kepada malam?
malam disaat jarak menjadi sebuah topik utama keruh kita..

Tersadar dan terlontar oleh ucapan ku,
di mana tulus iklas tak mengerti apa itu rentan,
dan kini aku hanya meratapi riwayat kisah yg telah berakir..
mungkin ini, dan halaman cerita cinta kita yg masih tersisa berakir di lembaran ini..


- Berakir pada 9.1.2012 ( 14.44)

Jatuh pun tak mengenalmu

mengerti dimana lemahku?
disitulah kau lumpuhkan,
manis dengan sebuah keyakinan,
dan pahit untuk menerima dan melalui..

hambar mulai berpihak,
hangat'mu ini apakah telah habis karena waktu
yg terlampau lama bersama?
habis kah rasa itu? karena sifat'mu yg dingin,
sampai jatuhku pun tak mengenalmu,

apakah sudah hilang rasa takut itu?
sudahkah kau melewati penyesalan nanti?
kenapa gampang mulut terucap,
dan dengan keadaan masa depan kita..

aku tahu, mengerti dan paham..
teramat sangat,
dan kau pun hanya berlari,
tanpa kau sadari kau bersembunyi..
dan kenyataan mengadiliku,
dengan apa ungkapan isi hati'mu yg membuwat kau lari..

sanggupkah kau mendengar tangisan dan rintihan lemah seorang pria
yg sangat kau cintai ini?

kita hanya butuh berjalan bersama sejajar dan seiring dengan keadaan, waktu,
dan perngertian dari setiap kemungkinan..
menghargai apa bila memang kita berbeda dalam keyakinan,
tapi itu bukan alasan yg kuat apa bila  itu yg membuwat
pupus dan layu'nya doa pria lemah ini tiap hari'nya...

Cerita dan Tanya

dimana iklas? tulus?
yang aku ucapkan, yang pernah aku sediakan dan menjadi syarat-syarat..
pola fikir tergolong berubah, hingga drastis mengubah kondisi
menjadi kritis untuk dirasa,
kini berdiri disini antara bimbang yg kau gelar

aku pun tak ingin menghuni egois,
dan aku pun tetap tak sanggup memendam haru ini,
antara sedih dan bahagia yg sulit terucap

sekedar bercerita,
terajam-rajam keinginan yg terkurung,
mendekap rindu yg terbendung..
dan sekedar bertanya...
apakah engkau tau bagaimana posisi ku kini?
tak sampai hati merusak dan mencegah karena itu bahagia'mu..

sekilas detik waktu berhenti untuk memberi hukuman,
sebuah penyesalah dan ke iklas'an yg ku ucap...
dan selamat kau menempuh cita-cita mu,
gapailah dengan senyum dan harapan ku yg terus bersama mu..